Hubungi Kami

085329034697

: sdit_nuruliman@yahoo.com - Jl.Salak no.36 Karanglo-Tegalrejo
Ruang Belajar Siswa
SHARE :

Rangkuman Materi PAI-BP BAB 4 Kelas 4 Semester 1

2
10/2019
Kategori : Kelas 4 / Semester 1

Author : sditnuruliman


A. Mengenal arti bersih dan sehat
– Bersih berarti bebas dari kotoran.
– Suci berarti bebas dari najis.
– Najis adalah sesuatu hal yang menjadikan terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah.
– Contoh : terkena jilatan anjing, darah, kotoran/tinja, dan air seni/urin.
– Najis pasti kotor, sedangkan kotor belum tentu najis.
– Bersih atau suci dibagi menjadi dua : bersih dari hadas dan bersih dari najis.
– Hadas dibagi menjadi dua : hadas kecil dan hadas besar.
– Contoh hadas kecil; buang air kecil, buang air besar, kentut.
– Contoh hadas besar; mimpi basah bagi laki-laki dan haid bagi perempuan.
– Ada 3 macam jenis najis :
1. Najis Mukhaffafah
– Najis yang paling ringan.
– Contoh ; air kencing bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan makanan apa pun kecuali air susu ibu.
– Cara mensucikannya yaitu cukup memercikkan atau mengusap air yang suci pada permukaan yang terkena najis.
2. Najis Mutawasitah
– Najis pertengahan.
– Contoh : darah, nanah, air seni, tinja, bangkai binatang.
– Cara mensucikannya dengan mengalirkan air ke benda yang terkena najis sehingga hilang rasa, bau dan warna najis tersebut.
3. Najis Mughalazah
– Najis yang paling berat.
– Bersumber dari anjing dan babi.
– Cara mensucikannya yaitu membasuh benda yang terkena najis dengan air yang suci sebanyak 7 kali dan satu kali antara 7 kali tersebut dengan air yang dicampur tanah.

B. Wudu
– Wudu menurut bahasa artinya bersih atau indah.
– Wudu adalah menggunakan air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu yang dimulai dengan niat guna menghilangkan hadas kecil.
– Wudu adalah syarat syahnya salat.
– Orang yang salat diwajibkan berwudu dulu.

1. Syarat Wudu
a. Islam.
b. Mumayyis (orang yang berakal).
c. Bersih dari haid dan nifas.
d. Tidak ada yang menghalanginya sampainya air ke kulit anggota wudu.
e. Memakai air yang suci dan mensucikan.
2. Rukun Wudu
a. Niat ketika membasuh muka.
“Nawaitul wudluu-a liraf’il hadatsil ash-ghari fardhlan lillaahi ta’aala”
b. Membasuh seluruh muka.
c. Membasuh kedua tangan sampai siku.
d. Mengusap sebagian rambut kepala.
e. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
f. Tertib.
3. Sunah Wudu
– Hal-hal yang sangat dianjurkan ketika berwudu.
– Apabila hal-hal tersebut dilakukan maka akan mendapat pahala.
– Sunah wudu :
a. Memakai siwak/menggosok gigi.
b. Membaca basmallah.
c. Mencuci kedua telapak tangan.
d. Berkumur 3 kali.
e. Memasukkan air ke hidung dan mengelurakannya.
f. Mengusap seluruh kepala dari depan ke belakang.
g. Mengusap kedua telinga luar dan dalam.
h. Membasuh jenggot yang tebal.
i. Mencuci sela-sela tangan dan kaki.
j. Mendahulukan yang kanan.
k. Membasuh dan mengusap anggota wudu sebanyak 3 kali.
l. Membaca do’a setelah wudu.
اَشْهَدُ اَنْ لآّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina
4. Hal-hal yang membatalkan wudu
a. Keluarnya sesuatu dari aurat depan dan belakang (kentuk dan air kencing)
b. Hilang akal, karena mabuk, gila, pinsan dan tidur.
c. Bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim.
d. Menyentuh aurat (kemaluan) dan dubur belakang dengan telapak tangan.
5. Larangan bagi tidak berwudu
a. Salat
b. Tawaf
c. Menyentuh Al-Quran/membawanya.

C. Tayamum
– Tayamum adalah pengganti wudu atau mandi wajib.
– Yang tadinya menggunakan air bersih digantikan menggunakan tanah atau debu yang bersih.
– Dilarang tayamum menggunakan ; tanah berlumpur, bernajis/berbingkah.
– Pasir halus/pecahan batu halus boleh digunakan untuk tayamum.
– Orang yang tayamum lalu salat, apabila air sudah tersedia, maka ia tidak wajib mengulang salatnya.
– Tayamum yang telah dilakukan bisa batal apabila ada air dengan alasan tidak ada air.
1. Sebab atau alasan melakukan tayamum
a. Dalam perjalanan jauh.
b. Jumlah air tidak mencukupi.
c. Telah berusaha mencari air tapi tidak diketemukan.
d. Air yang ada suhu/kondisinya mengundang kemuzaratan.
e. Air yang ada hanya untuk minum.
f. Air yang ada berada pada tempat yang jauh yang dapat membuat terlambat salat.
g. Pada sumber air yang ada memiliki bahaya.
h. Sakit dan tidak boleh terkena air.
2. Syarat syah tayamum
a. Telah masuk waktu salat.
b. Memakai tanah/debu yang bersih dari najis dan kotoran.
c. Memenuhi alasan/sebab tayamum.
d. Sudah berusaha mencari air namun tidak ketemu.
e. Tidak haid atau nifas bagi perempuan.
f. Menghilangkan najis yang melekat pada tubuh.
3. Sunah tayamum
a. Membaca basamalah.
b. Menghadap kiblat.
c. Membaca do’a ketika setelah selesai tayamum.
d. Mendahulukan anggota badan yang kanan daripada yang kiri.
e. Meniup debu yang ada di telapak tangan.
4. Rukun tayamum
a. Niat tayamum
b. Menyapu muka dengan debu/tanah.
c. Menyapu kedua tangan sampai siku
d. Tertib.
5. Hal-hal yang membatalkan tayamum
a. Segala sesuatu yang membatalkan wudu.
b. Ditemukannya air bagi orang yang sudah bertayamum dan belum melakukan salat.
c. Murtad atau keluar dari Islam.

 

Download Rangkuman Materi

Materi Lainnya

29
02/2020
28
02/2020
28
02/2020
28
02/2020
28
02/2020
28
02/2020


Kirim Pesan
Kirim Pesan
error: Content is protected !!