Hubungi Kami

085329034697

: sdit_nuruliman@yahoo.com - Jl.Salak no.36 Karanglo-Tegalrejo
Ruang Belajar Siswa
SHARE :

PAI & BP Pelajaran 1. Mari Belajar Q.S al-Falaq

2
10/2019
Kategori : Kelas 4 / PAI&BP / Semester 1

Author : sditnuruliman


PAI & BP Pelajaran 1. Mari Belajar Q.S al-Falaq

A. Surat al-Falaq
– Surat Al-Falaq adalah surat ke-113.
– Surat Al-Falaq terdiri dari 5 ayat.
– Surat Al-Falaq termasuk surat Makiyah.
– Nama surat Al-Falaq diambil dari ayat ke-1.
– Al-Falaq artinya waktu subuh.
– Surat Al-falaq diturunkan setelah surat Al-Fil.
– Didalam surat Al-falaq kita diperintahkan aar memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai bentuk kejahatan.
– Surat Al-Falaq diturunkan ketika Nabi Muhammad saw disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-Asam.

B. Lafal dan Terjemah surat Al-Falaq
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ ١ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ٢ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ٣ وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ ٤ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥
1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh
2. dari kejahatan makhluk-Nya
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”

C. Isi kandungan surat Al-Falaq
1. Rabbul falaq bisa juga berarti Tuhan Yang Membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, demikian pula yang membelah malam dengan terbitnya fajar.
2. Seperti makhluk hidup yang mukallaf (yang mendapat beban) seperti manusia dan jin, dan makhluk hidup yang tidak mukallaf, demikian pula makhluk tidak hidup seperti racun.
3. Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membuat buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut. Ayat ini menunjukkan, bahwa sihir memiliki hakikat yang perlu diwaspadai bahayanya. Untuk mengatasinya adalah dengan meminta perlindungan kepada Allah dari sihir itu dan dari orang-orangnya.
4. Hasad artinya suka atau senang jika nikmat yang ada pada orang lain hilang darinya. Namun jika senang pada nikmat orang lain dalam arti, ia senang jika ia memperoleh pula nikmat itu dan tidak ada keinginan agar nikmat pada orang lain hilang, maka tidaklah tercela, hal ini dinamakan juga ‘ghibthah’.
5. Yakni menampakkan kedengkiannya dan melakukan konsekwensi dari dengki itu dengan melakukan segala sebab yang bisa dilakukan agar nikmat itu hilang darinya. Termasuk ke dalam yang hasad adalah orang yang menimpakan keburukan kepada orang lain melalui matanya (‘ain), karena hal itu tidaklah muncul kecuali dari orang yang dengki yang buruk tabiatnya dan buruk jiwanya. Demikian pula termasuk ke dalam ‘yang hasad’ adalah Iblis dan keturunannya yang sangat dengki kepada manusia.

Disebutkan ketiga macam kejahatan itu meskipun telah dicakup dalam firman Allah Ta’ala, “Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,” adalah karena besarnya kejahatan ketiga macam itu (kejahatan malam ketika telah gelap, wanita-wanita tukang sihir dan orang yang dengki).

Dibuat oleh Musaeri, S.Pd.I

Download Rangkuman Materi

Materi Lainnya

29
02/2020
28
02/2020
28
02/2020
28
02/2020
28
02/2020
28
02/2020


Kirim Pesan
Kirim Pesan